Oleh humas2 on August 25, 2017

Jakarta (24/08)--- LKBN Antara dalam kesempatannya wawancara siang ini juga  bertemu dengan Deputi bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono. Wawancara berlangsung di ruang kerja Agus di lt.4 gedung Kemenko PMK, Jakarta. Agus pun menjawab berbagai pertanyaan terkait penyelenggaraan ibadah Haji dan umroh. 

 

Khusus haji, Agus menilai bahwa Pemerintah terus berusaha agar penyelenggaraan haji dapat lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan penyelenggaraan umroh. Menurut Agus, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan oleh semua pihak termasuk oleh Jamaah Haji maupun Jamaah Umroh, pertama yaitu masalah sosialisasi. “Agar masyarakat paham betul bahwa banyak aturan yang harus dijalani sebelum ke tanah suci. Jangan hanya tergiur dengan biaya murah tetapi kemudian menipu. Kemenag sudah punya batas minimum ongkos untuk umroh (Rp20-21 juta—red), kalau ada biro perjalanan yang menawarkan di bawah aturan itu , maka kita perlu pertanyakan. Adanya penipuan seperti yang dilakukan First Travel itu karena mereka memanfaatkan situasi psikologis masyarakat yang ingin sekali berangkat ke tanah suci,” kata Agus lagi. Yang kedua adalah Kementerian Agama melalui Dirjen

 

Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh perlu mengintensifkan monitoring terhadap biro perjalanan terutama soal kualitas layanannya.   

Khusus ibadah haji, Agus menyinggung soal layanan yang akan dinikmati para Calhaj asal Indonesia dipastikan jauh lebih baik. “Kita berdoa semoga semuanya lancar, penyelenggaraan haji tahun ini berhasil dengan sukses. Kalau masalah haji sudah baik, tahun depan kita akan fokus pada pembenahan ibadah umroh,” tutup Agus dalam wawancaranya. (*)

Categories: