Oleh humas on October 04, 2019

Foto : 

  • Ponco Suharyanto

Jakarta (4/9) – Bulan Oktober diperingati sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah (Belkaga). Terkait dengan itu, Kemenko PMK melalui Kedeputian Bidang Peningkatan Kesehatan mengadakan penyuluhan untuk mencegah penyakit kaki gajah. 

Penyuluhan pencegahan penyakit kaki gajah dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Agus Suprapto disela-sela senam pagi bersama pegawai di halaman parkir Kemenko PMK. Kepada seluruh pegawai Kemenko PMK, Agus mengatakan Filariasis atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah, masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, karena baik anak-anak maupun dewasa, baik pria maupun wanita, semua bisa tertular penyakit kaki gajah. Filariasis ditularkan dengan perantaraan nyamuk sebagai vektornya. Berbeda dengan penyakit DBD atau Malaria yang hanya ditularkan oleh satu jenis nyamuk tertentu, penyakit Filariasis dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

Salah satu daerah yang rawan akan Filariasis menurutnya Bogor. Sebagai kota yang berdekatan dengan Bogor, Agus mengajak warga Jakarta juga untuk meminum obat pencegahan yang diberikan dalam program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis sebanyak 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut. Kegiatan minum obat pencegahan penyakit kaki gajah disebut Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yang tujuannya untuk menurunkan microfilaria rate di wilayah endemis.

Obat pencegah penyakit kaki gajah yang diberikan pada POPM, terdiri dari kombinasi tablet Diethylcarbamazine (DEC) 100 mg dan tablet Albendazole 400 mg. Adapun dosisnya untuk usia 2-5 tahun adalah 1 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole; usia 6-14 tahun mendapat 2 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole; dan bagi yang berusia di atas 14 tahun mendapat 3 tablet DEC dan 1 tablet Albendazole. Selain membunuh cacing filaria, obat ini mampu membunuh cacing lainnya, sehingga dengan minum obat, seseorang justru mendapat manfaat ganda, karena selain mencegah filaria, juga mencegah kecacingan.

Selain POPM, pencegahan juga perlu dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk, menghindari gigitan nyamuk dan minum obat pencegah kaki gajah yang telah disediakan pemerintah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dengan tanpa biaya.

Kategori: 

Reporter: 

  • Ponco Suharyanto