Oleh humas on April 11, 2018

Palembang (11/04) – Menko PMK Puan Maharani kerap mengarahkan agar stakeholder terkait baik di pusat maupun daerah mengantisipasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang. Terkait dengan hal tersebut Kemenko PMK hari ini (Rabu) mengumpulkan dinas terkait Se-Sumatera Selatan dalam Rakor Persiapan Antisipasi Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018.

Dalam arahannya di Rakor Persiapan Antisipasi Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, Seskemenko PMK YB Satya Sananugraha mengatakan bahwa arahan Menko PMK itu membuktikan bahwa pemerintah sungguh-sungguh dalam penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018. “Semakin dekat penyelenggaraan, kami dari Kemenko PMK semakin teknis dalam pembahasan Asian Games XVIII,” ujarnya. 

Menurutnya, dalam waktu yang tersisa sedikit ini, semua stakeholder terkait  harus terus bersama – sama untuk secara berulang menyisir hal – hal teknis dan detail agar dapat disempurnakan, dan mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang terjadi termasuk kebakaran hutan yang asapnya dapat sangat menggangu penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. “Melalui rakor ini diharapkan dapat terbangun kooordinasi dan sinkronisasi yang lebih kuat lagi dari aspek kelembagaan dan aspek pelaksanaan program dan kegiatan antisipasi dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel Edwar Juliartha yang berkesempatan membuka rakor ini mengatakan bahwa rakor ini sangat tepat diselenggarakan. Edwar mengungkapkan sebagian besar lahan yang ada di Sumsel merupakan gambut dan mudah terbakar. Apalagi seperti perkiraan BMKG, puncak musim kemarau akan berlangsung pada bulan Agustus nanti yang notabene seiring dengan penyelenggaraan Asian Games XVIII. 

Rakor ini sendiri menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani yang menjelaskan langkah Pemprov Sumsel selama ini dalam penanggulangan dan antispasi Karhutla di wilayahnya. Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK I Nyoman Shuida memaparkan perlunya mengidentifikasi luas hutan atau lahan yang rawan terbakar lokasi/ karhutla di kabupaten yang ada di Sumsel. Termasuk mewaspadai provinsi lain yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Menurut Shuida, antisipasi ini penting mengingat Asian Games merupakan event terbesar kedua setelah Olimpiade. Asian Games XVIII, sebutnya, akan diikuti 45 NOC dengan 10.000 atlet dimana sekitar 2000 atlet akan berada di Palembang. 

Adapun narasumber lainnya, Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat Yolak Dalimunthe memaparkan upaya penanganan bencana asap akibat karhutla dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. Hingga kini, BNPB masih mensiagakan sejumlah helicopter pemadamnya di Sumsel. Rakor ini sendiri juga membuka ruang tanya jawab terkait antisipasi karhutla dalam penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. Hadir dalam rakor kali ini, Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK Masmun Yan Mangesa, Staf Ahli Menteri Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Hazwan Yunaz, sejumlah Asdep Kemenko PMK, perwakilan BNPB dan BNPD serta Kabupaten se-Sumsel. PS