Oleh humas on September 07, 2017

Jakarta (07/09)--- Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, pagi tadi menerima wawancara wartawan Majalah TEMPO dan menjelaskan panjang lebar mengenai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pasca ditandatanganinya Perpres Penguatan Pendidikan Karakter oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu siang kemarin. “PPK ini merupakan proses pembelajaran tiada akhir bagi kita Bangsa Indonesia, karena generasi yang kita miliki juga tentu akan terus berganti. Yang terpenting adalah bagaimana PPK ini membawa dampak besar dan positif setelah jadi kebiasaan yang membudaya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Agus mengawali wawancara. “PPK merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Pembentukan Karakter sejatinya merupakan inti dan tujuan pendidikan. Karakter harus ditanamkan, dibiasakan dan menjadi budaya. Oleh sebab itu harus dimulai sejak anak usia dini,” tegasnya lagi.

Menurut Agus, karakter adalah batu pertama dari suatu bangunan bernama pendidikan. Berbicara masalah pendidikan, harus dimaknai mencakup pendidikan formal, non formal dan informal dan dalam PPK, aktor paling penting adalah guru baik di pendidikan formal, non formal maupun informal. Oleh karena itu, pendidikan karkater harus diperkuat dan tentu bukan jadi tanggung jawab guru di sekolah saja tetapi juga keluarga. Pendidikan karakter bahkan harus mulai diberikan sejak laki-laki dan perempuan memutuskan untuk menikah yang biasanya terdapat dalam bimbingan pra-nikah. Bagi Agus, Kita semua merupakan guru bagi lingkungan masing-masing. Orang tua juga punya peran penting bagi PPK karena harus memberikan keteladanan bagi putra-putrinya.

“PPK ini merupakan bukti dari komitmen pemerintah yang khusus menyasar generasi muda bangsa. Peran kami di Kemenko PMK, terlebih Ibu Menko PMK (Puan Maharani—red) ditunjuk sebagai Leader Sector yang tugasnya memastikan bahwa PPK dapat berjalan dengan baik. Perpres PPK sangat tepat momentumnya guna memastikan generasi mendatang. Support  para tokoh masyarakat menunjukan pentingnya Perpes PPK dimaksud,” tambah Agus lagi. Dia juga menyampaikan bahwa kini saatnya menatap kedepan agar PPK diimplementasikan dengan baik. Tidak perlu lagi membahas proses. “Mari kita sukseskan PPK demi masa depan generasi yang memiliki wawasan dan karakter kebangsaan kuat,” katanya.

Namun, Agus tindak menampik bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di tengah masyarakat kita menghadapi tantangan berupa salah asuh orang tua karena sibuknya bekerja. “Mereka para orang tua biasanya menganggap kalau anaknya sudah disekolahkan berarti pendidikan karakter jadi urusan sekolah. Padahal tidak begitu, PPK ini adalah bagaimana membangun kebiasaan baik, berani jujur, dan seterusnya itu agar tertanam di hati anak dan membudaya. Kita patut bangga sebagai Bangsa Indonesia, harusnya sudah mempersiapkan diri sejak dini karena beberapa tahun yang akan datang, Indonesia akan memasuki periode emas kependudukan.” (*)

Categories: