Oleh humas on November 22, 2017

Jakarta (22/11) – Keteladanan menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter. Demikian yang terungkap dalam Rakor Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Hotel Grand Mercure, Jakarta.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan, pemerintah menginginkan semua anak bangsa dapat membangun integritas melalui pendidikan karakter. Integritas menurutnya sangat penting untuk melawan praktik korupsi yang menjadi salah satu ancaman bangsa Indonesia. “Anak bangsa yang kepandaiannya bermanfaat bagi banyak orang sudah pasti berkarakter,” ujarnya. 

Agar anak bangsa berkarakter, pemerintah kemudian mencetuskan program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) juga yang poinnya menanamkan kembali etos kerja, integritas dan gotong royong. Memulainya, jelas Agus, dapat dilakukan dari lingkungan keluarga, tempat kerja, serta tempat tinggal dengan memberikan teladan. “Alangkah baiknya jika setiap individu mampu menjadi guru bagi diri sendiri dan sesamanya saat ia berada di lingkungannya,” urainya. 

Revolusi Mental tegasnya, harus dibangun dari hal-hal kecil lebih dahulu dan ditanamkan sejak usia dini. Terkait dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Bela Negara, jelasnya, Pokja GNRM harus terlibat didalamnya. Sebelumnya, Perwira Kesetjenan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Kolonel Tek. B.D.O Siagian memaparkan bahwa pihaknya akan menyusun Modul Utama Bela Negara yang kelak menjadi referensi bagi Kementerian/ Lembaga (K/L). Nantinya masing-masing K/L juga akan menyusun modul khusus Bela Negara yang disesuaikan dengan tugas dan fungsinya. 

Senada dengan Agus Sartono, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Totok Suprayitno juga mengatakan perlunya menumbuhkan ‘nilai’ yang bukan sekadar mata pelajaran. Atas dasar itu perlu ada hidden curriculum yang salah satunya guru harus menjadi teladan. Pendidikan, sebutnya, juga harus diterapkan dilingkungan keluarga dan masyarakat. Totok menyampaikan hal tersebut dalam paparan berjudul “Penumbuhan Nilai-nilai Pancasila dan Kesadaran Bela Negara Melalui Pembelajaran.”

Sementara itu, Deputi Bidang Advokasi  Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Hariyono juga menekankan pentingnya keteladanan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila. “Dalam pendidikan Pancasila, kita butuh keteladanan untuk menjadi role model,” tegasnya. Meski begitu, pembelajaran serta sosialisasi Pancasila tidak harus melalui indoktrinasi seperti yang dilakukan zaman dahulu. Pembelajaran dan sosialisasi Pancasila harus bisa dilakukan secara menyenangkan dengan menyesuaikan kondisi zaman dan psikologi anak sekarang. Menurutnya, Pancasila, Bela Negara dan Karakter yang kuat harus diajarkan kembali di lembaga pendidikan. “Kita butuh orang yang cerdas dan berkarakter di masa mendatang,” tegasnya. 

Narasumber lain dalam Rakor Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah Asisten Deputi Bela Negara Kemenko Polhukam I Dewa Ketut Siangan memaparkan Penguatan Pendidikan Pancasila yang Diintegrasikan Bela Negara. Termasuk Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kemdikbud, Supriano yang menerangkan Implementasi Kegiatan Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Kerangka Penguatan Program Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan. tws

Categories: