Oleh humas2 on March 03, 2017

Jakarta (03/03)— Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Kawasan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida, hari ini membuka rapat koordinasi (rakor) tingkat Eselon I terkait penetapan lokasi desa pilot (desa percontohan) dan integrasi program/kegiatan Kementerian dan Lembaga di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta. Dalam menjalankan fungsi KSP (Koordinasi, Sinkronisasi, Pengendalian)-nya, Kemenko PMK juga telah beberapa kali mengadakan rakor sejenis untuk membahas progress Desa Pilot ini. Sebelumnya, pada 17 Januari 2017 lalu telah diadakan Rakor Tingkat Menteri yang menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK telah menyepakati sebanyak 40 desa yang integrasi program Desa Pilot.

"Rakor pada hari ini diadakan untuk menyepakati lokasi 40 desa pilot yang telah disampaikan pada rakor tingkat menteri pada 17 Januari 2017 lalu," ujar Nyoman. Lanjutnya, mengenai roadmap/rencana aksi, rumusan indikator keberhasilan, serta strategi dan skenario pelaksanaan integrasi program dan kegiatan di Desa Pilot telah disepakati pada rakornis-rakornis setelahnya yaitu pada tanggal 13 dan 21 Februari 2017 lalu. Rakor yang selanjutnya dipimpin oleh Staff Ahli Kemenko PMK bidang UMKM, Ekonomi kreatif dan Ketenagakerjaan, Sidqi Lego Pangesti, ini juga membahas berbagai program turunan Desa Pilot di masing-masing K/L sebagai bentuk dukungan intervensi program.

Desa Pilot merupakan salah satu program pemerintah dalam pengembangan wilayah perdesaan. 40 desa terpilih yang menjadi desa pilot akan diintegrasikan dengan program/ kegiatan dari delapan K/L di lingkup Kemenko PMK. Tujuan dari intervensi program di desa pilot antara lain agar terpenuhinya standar pelayanan minimum; Peningkatan status desa tertinggal menjadi desa berkembang, desa berkembang menjadi desa mandiri; Pemberdayaan ekonomi masyarakat; Meningkatkan kesejahteraan rakyat; serta Sebagai percontohan dan untuk di replikasi ke daerah lain.

Sebagai salah satu K/L yang telah berkomitmen, pada rakor ini Kemenpora menyatakan ada beberapa programnya yang dapat diintervensi ke dalam desa Pilot, misalnya Program Role Model Teknopreneur Muda. Pogram ini bertujuan untuk mengembangkan peran pemuda dalam mengurangi pengangguran di desa. Pada tahun 2017 ini, Kemenpora akan menyeleksi sebanyak 100 orang pemuda yang memiliki kemampuan unggul untuk ditempatkan di desa-desa terutama 40 desa Pilot.  Sementara tujuh K/L lainnya dibawah koordinasi Kemenko PMK menyatakan kesiapannya dalam mendukung desa pilot dengan turut serta mengintegrasikan program-programnya. Turut hadir dalam rakor ini perwakilan dari Kemendes PDTT,  Kemenpora, Kemendikbud, Kemensos, KemenPP dan PA, serta dari K/L terkait lainnya.

Categories: